Jumat, 21 Juli 2017

hujan dan kamu

Entah mengapa sampai saat ini aku masih mencintai hujan. Di setiap rintiknya mengandung rindu akan sebuah kehangatan. Ya kehangatan akan sebuah pelukan darimu. Entah mengapa . Selalu ada kenangan yang datang di tengah hujan. Entah kenangan manis ataupun pahit. Entah kenangan yang ingin ku kenang atau kenangan yang ingin kulupa. Yang jelas aku mencintai hujan seperti saat aku mencintaimu kala itu. Mencintai setiap detik waktuku bersamamu. Mencintai setiap kenangan yang kudapat bersamamu. Menginginkan kenangan itu datang kembali. Ingin rasanya semua kenangan indah bersamamu di tengah hujan terulang kembali. Namun disisi lain hatiku pun selalu membenci hujan. Karena disaat hujanlah hatiku merasakan kenyamanan akan cintamu. Namun kala hujan pula hatiku merasakan luka yang kau tancapkan karena sebuah kebosanan kala itu. Aku merindukan hujan dan akupun merindukanmu lelaki jangkung pencinta sepatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar